Sejarah Kerajaan Banggai
SEJARAH KERAJAAN BANGGAI
Wilayah Kerajaan Banggai
wilayah kerajaan banggai sampai
sekarang meliputi Kab. Banggai, Kab. Banggai Kepulauan dan Kab. Banggai Laut.
pusat kerajaan/ keraton banggai berada di kab. banggai laut sekarang.
Kerajaan Banggai Lama
Dalam
perkembangan sejara masuknya islam di Indonesia telah kita ketahui
bersama bahwa islam telah hadir di Indonesia sekitar abad ke VII, yang
diperkirakan Nabi Muhammad msih hidup, yaitu dengan keberadaan beberapa
kesultanan islam di sumatra seperti Kesultanan Perlak, Kesultanan Samudra Pasai
serta adanya situs makam di daerah barus sumatara.
Namun
selain di daerah Sumatra islam pun di awal abad ke VII telah hadir di
daerah Sulawesi, tepatnya Sulawesi Tengah Kabupaten Banggai Kepulauan. Dalam
sejarah tutur yang berkembang di masyarakat, kemudian dihubungkan pada
keberadaan situs berupa makam, maka Kerajaan Banggai bisa disimpulkan sebagai
atau salah satu kerajaan Islam tertua di Indonesia yang telah berdiri sejak +
awal abad ke VII dengan bukti adanya situs makam seorang Bangsawan
Kerajaan Banggai yang bernama FUADIN/ LIPUADINO meninggal tahun 68 H/678 M
dengan bertuliskan arab melayu dan juga dekat makam Fuadin ada makam seorang
guru besar IMAM SYA'BAN yang pada batu nisannya juga bertuliskan arab melayu
meninggal 168 H/778 M, namun sayang situs ini kurang mendapat perhatian serius
dari pemerintah daerah maupun pusat sehingga keberadaannya tidak lagi terawat
dengan baik, mirisnya situs ini mulai mendekati kehancuran.
Dari sejarah tutur yang berkembang
pada masyarakat Banggai Kepulauan khususnya daerah Kec. Bulagi Selatan dan
sekitarnya, FUADIN adalah seorang putra dari istiri kedua Raja Banggai pertama
yang Bergelar ADI SAKA. Untuk Adi Saka sendiri belum diketahui secara pasti
asal-usulnya namun dari sejarah tutur yang berkembang, beliau adalah penyebar
agama Islam, pemersatu kerajaan banggai dan juga sebagai pemimpin
pertama kerajaan banggai yang disatukannya + awal abad ke VII.
perlu diketahui sebelumnya bahwa, kerajaan banggai sebelum kedatangan Adi Saka
hanyalah merupakan kerajaan-kerajaan kecil yang berkedudukan di pulau-pulau
kecil dan belum bernama kerajaan banggai. untuk pulau yang besar ialah pulau
peling dengan terdapat beberapa basalo seperti basalo buko, basalo bulagi, dan beberapa
kerajaan kecil lainnya yang masing-masing dipimpin oleh seorang basalo.
kemudian pulau bollukan/banggai, pulau labobo, pulau bangkurung, kepulauan
bokan dan sebagian timur pulau sulawesi juga masing-masing memiliki seorang
basalo dan para basalo ini saling bertikai satu sama lain untuk memperluas
wilayahnya.
Kedatangan Adi Saka
Awal mula kedatang Adi Saka ini untuk menyebarkan agama Islam ialah di kerajaan buko, sekitar awal abad ke VII. pada saat itu Kerajaan Buko dipimpin oleh basalo, dan basalo buko sendiri menyambut Adi Saka dengan baik karna beliau sendiri menikahkan putrinya denga Adi Saka. dari pernikahan ini Adi Saka di karuniai seorang putra yang namanya lebih dikenal oleh masyaraka buko dengan julukan Tomundo Daalu. untuk peninggalan basalo buko ialah berupa benteng yang didirakan dari batu karang letaknya di dekat laut seputar desa buko. berhubung kerajaan bulagi berdekatan dengan kerajaan buko maka kabar Adi Saka yang hadir membawa Agama baru tersebar sampai kepada basalo bulagi. setelah mempelajari agama baru tersebut akhirnya Basalo Bulagi pun mengikuti agama baru tersebut yaitu agama Islam, masuk islamnya basalo bulagi ini dapat dilihat dari julukan yang diberikan padanya yaitu "Basalo Salaup" (artinya: Basalo yang sering sujud), dikemudian hari putri dari basalo salaup ini yang menjadi istri dari Fuadin putra pertama Adi Saka dari istri keduanya, hasil pernikahan dari anak basalo dikerajaan yg terletak pada pulau bollukan/banggai.
tinggal beberapa waktu di kerajaan buko akhirnya Adi Saka pun berangkat menyebarkan Islam ke pulau bollukan/ banggai yang cikal bakal jadi pusat kerajaan banggai, sesampai di pulau bollukon beliu pun disambut baik oleh basalo bollukon, serta Adi Saka sendiri pun dinikahkan dengan putri Yadamin yaitu putri dari basalo bollukan tersebut. dari pernikahan ini, beliau dikaruniai dua orang putra yaitu Fuadin dan Tomundo Sabol/ Adi Sabol, setelah itu Adi Saka juga menikah dengan Putri Basalo Bokan dan dan Putri Basalo Tompotika, untuk pernikahan dengan Putri Basalo Bokan Adi Saka Dikaruniai seorang Putri, namun untuk istri dari Putri Basalo Tompotika tidak dikaruniai keturunan. dengan alasan pernikahan inilah akhirnya kerajaan-kerajaan kecil itu dapat disatukan dibawah kekuasaan Adi Saka dan berpusat di pulau bollukan, yang oleh Adi Saka sendiri pulau bollukan diganti namanya menjadi Banggai. selanjutnya raja-raja dari keturunan Adi Saka menggunakan gelar ADI. namun situs makam untuk Adi Saka sendiri tidak terdapat di banggai karna beliau berangkat ke tanah Jawa dan menikah dengan putri seorang Raja Jawa dengan dikaruniai seorang Putri yang diberi nama Putri Endang. dari penuturan seorang budayawan Jogja yaitu Mas Herman Sinung Janutama, ia mengatakan bahwa ibu dari Putri Endang atau istri dari Adi Saka ini adalah Putri Raja Pajajaran Jawa Barat.
Kedatangan Adi Saka
Awal mula kedatang Adi Saka ini untuk menyebarkan agama Islam ialah di kerajaan buko, sekitar awal abad ke VII. pada saat itu Kerajaan Buko dipimpin oleh basalo, dan basalo buko sendiri menyambut Adi Saka dengan baik karna beliau sendiri menikahkan putrinya denga Adi Saka. dari pernikahan ini Adi Saka di karuniai seorang putra yang namanya lebih dikenal oleh masyaraka buko dengan julukan Tomundo Daalu. untuk peninggalan basalo buko ialah berupa benteng yang didirakan dari batu karang letaknya di dekat laut seputar desa buko. berhubung kerajaan bulagi berdekatan dengan kerajaan buko maka kabar Adi Saka yang hadir membawa Agama baru tersebar sampai kepada basalo bulagi. setelah mempelajari agama baru tersebut akhirnya Basalo Bulagi pun mengikuti agama baru tersebut yaitu agama Islam, masuk islamnya basalo bulagi ini dapat dilihat dari julukan yang diberikan padanya yaitu "Basalo Salaup" (artinya: Basalo yang sering sujud), dikemudian hari putri dari basalo salaup ini yang menjadi istri dari Fuadin putra pertama Adi Saka dari istri keduanya, hasil pernikahan dari anak basalo dikerajaan yg terletak pada pulau bollukan/banggai.
tinggal beberapa waktu di kerajaan buko akhirnya Adi Saka pun berangkat menyebarkan Islam ke pulau bollukan/ banggai yang cikal bakal jadi pusat kerajaan banggai, sesampai di pulau bollukon beliu pun disambut baik oleh basalo bollukon, serta Adi Saka sendiri pun dinikahkan dengan putri Yadamin yaitu putri dari basalo bollukan tersebut. dari pernikahan ini, beliau dikaruniai dua orang putra yaitu Fuadin dan Tomundo Sabol/ Adi Sabol, setelah itu Adi Saka juga menikah dengan Putri Basalo Bokan dan dan Putri Basalo Tompotika, untuk pernikahan dengan Putri Basalo Bokan Adi Saka Dikaruniai seorang Putri, namun untuk istri dari Putri Basalo Tompotika tidak dikaruniai keturunan. dengan alasan pernikahan inilah akhirnya kerajaan-kerajaan kecil itu dapat disatukan dibawah kekuasaan Adi Saka dan berpusat di pulau bollukan, yang oleh Adi Saka sendiri pulau bollukan diganti namanya menjadi Banggai. selanjutnya raja-raja dari keturunan Adi Saka menggunakan gelar ADI. namun situs makam untuk Adi Saka sendiri tidak terdapat di banggai karna beliau berangkat ke tanah Jawa dan menikah dengan putri seorang Raja Jawa dengan dikaruniai seorang Putri yang diberi nama Putri Endang. dari penuturan seorang budayawan Jogja yaitu Mas Herman Sinung Janutama, ia mengatakan bahwa ibu dari Putri Endang atau istri dari Adi Saka ini adalah Putri Raja Pajajaran Jawa Barat.
Keberangkatan
Adi Saka Ke Jawa
Setelah menyatukan kerajaan-kerajaan kecil di kerajaan banggai akhirnya Adi
Saka pun berangkat ke jawa untuk menyebarkan agama Islam. sesuai cerita
sebelumnya bahwa sesampainya di jawa beliau Adi Saka, menikah pula dengan
seorang putri raja Pajajaran dan dikaruniai seorang putri yaitu putri Endang,
namun saat keberangkatan Adi Saka meninggalkan kerajaan banggai dengan tanpa
menunjuk penggantinya, maka kerajaan banggai menjadi kekosongan seorang raja.
sedangkan kedua putranya yaitu Fuadin dan Adi Sabol belum dewasa untuk dapat
memimpin kerajaan banggai. selain itu pula, saat Adi Saka berangkat
meninggalkan Kerajaan Banggai, Putri Yadamin istrinya bersama kedua putranya juga
berangkat meninggalkan kerajaan banggai untuk mengasingkan diri disalah satu
tempat di pulau banggai. setelah berlansung beberapa waktu kekosongan
kepemimpinan akhirnya kekisruhan pun terjadi dikerajaan banggai. dengan
demikian maka kekosongan raja ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut, dan
akhirnya para basalo kerajaan banggai yang telah bersatu tersebut memutuskan
untuk meminta kepada putri yadamin agar berkenan memberikan putra tertuanya
yaitu Fuadin untuk menjadi pemimpin kerajaan banggai. Putri Yadamin akhirnya
berkenan memberikan agar putranya Fuadin memimpin kerajaan banggai, namun dari
Fuadin sendiri mengatakan bahwa sebelum ia diangkat menjadi raja beliau harus
memohon restu pada ayahnya yang berada di tanah jawa, setelah direstui
permintaannya untuk berangkat ke jawa maka beliau meminta agar disiapkan kapal
dan empat puluh orang untuk mendayung kapal. saat diperjalanan Fuadin singgah
sebentar pada adik perempuannya yang berada di bokan untuk mengajak saudaranya
tersebut, namun saudaranya tidak berkenan ikut tetatpi hanya meminta hadiah
emas dari bapaknya kalau Fuadin kembali nantinya.
sesampainya fuadin dan adiknya Adi
Sabol di tanah jawa mereka lansung bertemu dengan Adi Saka bapak mereka dan
menceritakan perihal yang terjadi di kerajaan banggai, Adi Saka sangat memahami
keadaan tersebut dan bertitah kepada Fuadin agar memimpin kerajaan banggai,
namun sebelum kembali ke kerajaan banggai mereka harus menimbah ilmu kepada
ayah mereka untuk bekal menjadi seorang pemimpin.
Kembalinya Fuadin
setelah tinggal beberapa lama di tanah jawa untuk belajar, akhirnya Adi Saka memerintahkan Fuadin dan Adi Sabol agar mereka segera kembali untuk memimpin kerajaan banggai, karna ilmu yang mereka dapati sudah cukup. namun kepulangan mereka ini tidak bersamaan tetapi Adi Sabol sebagai adik yang diperintahkan terlebih dahulu untuk balik mempersiapkan penyambutan terhadap Fuadin untuk dilantik menjadi Raja. permasalahannya disini ialah saat keberangkatan Fuadin dan Adi Sabol ke tanah jawa mereka masih dalam usia kanak-kanak sehingga saat mereka kembali dalam usia yang telah dewasa, para basalo banggai tidak lagi mengenali dengan jelas rupa para pangeran tersebut sehingga saat Adi Sabol tiba di kerajaan banggai dengan membawa beberapa pengawal dan menggunakan bendera merah putih sembilan susun maka para basalo dan masyarakat kerajaan banggai menyambutnya dan lansung melantik Adi Sabol sebagai raja yang dilakukan oleh para basalo. sedangkan seharusnya Adi Sabol balik terlebih dahulu ke kerajaan banggai bukan untuk menjadi raja tetapi tidak lain hanya untuk mempersiapkan penyambutan kedatangan kakaknya Fuadin untuk dilantik menjadi raja. namun melihat kejadian penyambutan dirinya dan pelantikan dirinya sebagai raja Adi Sabol hanya diam saja dan membiarkan pelantikan dirinya tetap berlansung sampai selesai.
Kembalinya Fuadin
setelah tinggal beberapa lama di tanah jawa untuk belajar, akhirnya Adi Saka memerintahkan Fuadin dan Adi Sabol agar mereka segera kembali untuk memimpin kerajaan banggai, karna ilmu yang mereka dapati sudah cukup. namun kepulangan mereka ini tidak bersamaan tetapi Adi Sabol sebagai adik yang diperintahkan terlebih dahulu untuk balik mempersiapkan penyambutan terhadap Fuadin untuk dilantik menjadi Raja. permasalahannya disini ialah saat keberangkatan Fuadin dan Adi Sabol ke tanah jawa mereka masih dalam usia kanak-kanak sehingga saat mereka kembali dalam usia yang telah dewasa, para basalo banggai tidak lagi mengenali dengan jelas rupa para pangeran tersebut sehingga saat Adi Sabol tiba di kerajaan banggai dengan membawa beberapa pengawal dan menggunakan bendera merah putih sembilan susun maka para basalo dan masyarakat kerajaan banggai menyambutnya dan lansung melantik Adi Sabol sebagai raja yang dilakukan oleh para basalo. sedangkan seharusnya Adi Sabol balik terlebih dahulu ke kerajaan banggai bukan untuk menjadi raja tetapi tidak lain hanya untuk mempersiapkan penyambutan kedatangan kakaknya Fuadin untuk dilantik menjadi raja. namun melihat kejadian penyambutan dirinya dan pelantikan dirinya sebagai raja Adi Sabol hanya diam saja dan membiarkan pelantikan dirinya tetap berlansung sampai selesai.
setelah beberapa lama tinggal dijawa
dan diperkirakan sudah selesai mengenai persiapan penyambutan dirinya yang
dilakukan oleh Adi Sabol maka Fuadin berangkat ke banggai dengan membawakan
hadiah emas kepada adik perempuannya yang di bokan, selain itu fuadin membawa
burung mamua/ maleo. keberangkatan Fuadin ke banggai beliau dikawal beberapa
pengawal dan menggunakan bendera merah putih duabelas susun, namun setelah tiba
di kerajaan banggai Fuadin sangat terkejut melihat tidak ada penyambutan
dirinya melainkan masyarakat sudah dalam keadaan berbahagia karna mereka telah
memiliki raja yang belum lama dilantik oleh para basalo. mengetahui kejadian
ini Fuadin sangat geram dan lansung ke keraton bertemu Adi Sabol kemudian
memarahinya, namun Fuadin sendiri tidak lagi menuntut untuk menggantikan
adiknya yang telah dilantik menjadi raja melainkan dia melanjutkan pelayarannya
menuju batui untuk menitipkan burung maleo agar bisa berkembang biak disana
sebab di daerah pulau peling dan banggai tidak ada tempat yang cocok untuk
burung maleo ini berkembang biak. lepas dari batui Fuadin melanjutkan
perjalanannya menuju bulagi, sesampainya di bulagi tepatnya di daerah lolantang
mereka lansung berlabuh dan turun kedaratan, saat mereka sedang istrahat
tiba-tiba turun seekor kambing dengan berlari dari perbukitan kemudian pengawal
Adi Saka lansung menangkapnya, setelah beberapa saat datanglah beberapa orang
yang mencari kambing tersebut namun karna dilihat kambing tersebut telah
ditangkap oleh pengawal Fuadin maka mereka lansung memintanya, tetapi dari
Fuadin sendiri tidak lansung memberikannya karna hawatir jangan sampai mereka
berbohong, dengan demikian pertengkaran tak dapat dielakan yang akhirnya Fuadin
meminta penjelasan yang pasti kalau memang kambing itu milik mereka, dan mereka
menjelaskan bahwa bahwa kambing tersebut ialah untuk syukuran Putri Basalo
Salaup karna telah menstruasi untuk pertamakali. namun karna Fuadin belum puas
dengan penjelasan tersebut akhirnya mereka diperintahkan kembali dan
menceritakan perihal tersebut kepada Basalo Salaup, dan mereka pun kembali ke
palabatu yaitu tempat kedudukan basalo salaup kemudian menceritakan apa yang
mereka alami, karena penasaran mengenai siapa yang berani menahan kambing untuk
sukuran putrinya tersebut maka Basalo Salaup memerintahkan agar Fuadin
dipanggil untuk menghadap dirinya, setelah itu berangkatlah pengawal Basalo
Salaup untuk memanggil Fuadin. setelah memberitahukan pesan dari Basalo Salaup
maka Fuadin bersama anggotanya berangkat ke negri palabatu untuk menghadap
Basalo Salaup sekaligus mengembalikan kambingnya, namun setelah melihat Fuadin
bukannya Basalo Salaup memberikan hukuman tetapi basalo salaup meminta agar
Fuadin bersedia menikah dengan putrinya yang baru beranjak dewasa dan Fuadin
dengan senang hati bersedia memenuhi permintaan Basalo Salaup tersebut. setelah
menikah dengan putri Basalo Salaup, Fuadin tidak kembali lagi ke banggai tetapi
beliau tinggal menetap di wilayah Basalo Salaup sekaligus mengajarkan ilmu-ilmu
Islam sampai akhir hayatnya. Fuadin sendiri mendapatkan julukan yaitu MIAN TUU/
Manusia Sempurna dan beliau dimakamkan di satu tempat yang dinamai Kota
letaknya di daerah Lolantang Bulagi Selatan.
Makam FUADIN/ LIPUADINO
Kalau Tidak Diperhatikan Pemerintah Maka Makam Ini Akan
Hancur
Wafat 68 H
Bacaan Bagian Tengah Dari Bawah Keatas Adalah:
FUADIN
INI TUWAN
MAYYIT
Tulisan Arab Melayu Samping Makam FUADIN
Bacaan Bagian Samping Dari Kanan Bawah Keatas Adalah:
68
NAMANYA
SAOLI
AKU
Angka 68 ini yang ditandai sebagai tahun meninggalnya Fuadin
Selain
makam FUADIN, dibawahnya terdapat makam Imam SYA’BAN. pada batu nisannya
bertuliskan arab melayu dan meninggal tahun 168 H/789 M, dan diperkirakan
sekitar tiga puluh (30) tahun kemudian meninggalnya Fuadin baru Imam Sya'ban
hadir di kerajaan banggai. dari sejarah yang kami dapatkan, Imam Sya'ban ialah
penyebar agama Islam yang bertujuan datang ke kerajaan banggai melalui jalur
sutra di cina, namun pada saat perjalanannya menuju Kerajaan Banggai kapalnya
karam di Tidore. beliaupun akhirnya harus tinggal sebentar di tidore untuk
memperbaiki kapalnya, setelah kapalnya selesai diperbaiki maka beliapun lansung
berlayar menuju banggai sebab memang tujuannya ialah ke kerajaan banggai, dan
untuk mengenang kapalnya yang sempat rusak tersebut maka Imam Sya'ban
menciptakan satu jenis alat musik yang seperti perahu. alat musik ini sekarang
lebih banyak digunakan di daerah bugis sulawesi dan alat musik ini lebih
dikenal dengan kecapi bugis.
Kecapi Bugis Alat Musik
Bentuk Perahu Peninggalan IMAM SYA'BAN
Namun sesuai penulisan di atas
sebelum kedatangan Imam Sya'ban di Banggai, islam sendiri telah masuk dan
berkembang di kerajaan banggai melalui Adi Saka dan dilanjutkan oleh
keturunannya. jadi kedatangan Imam Sya'ban di kerajaan banggai ialah hanya
untuk mengajarkan ilmu-ilmu islam yang lebih dalam lagi karna mungkin islam
yang diajarkan oleh Adi Saka dan Fuadin masih belum terlalu dalam. tetapi perlu
digaris bawahi bahwa, beliau bukanlah sebagai orang yang pertama
menyebarkan islam di kerajaan banggai. penyebaran agama islam yang dilakukan
oleh Imam Sya'ban diperkirakan bukan hanya dikerajaan banggai saja tetapi
sampai pada daratan sulawesi dan kerajaan banggai sebagai basis penyebarannya,
ini dapat kita lihat dari bukti peninggalannya berupa alat musik berbentuk
seperti perahu yang banyak digunakan di daratan sulawesi khususnya daerah
bugis, dan bukti ini bisa dijadikan alasan bahwa memang Imam Sya'ban
menyebarkan islam sampai kedaratan sulawesi khususnya daerah bugis.
seperti Fuadin, Imam Sya'ban juga
menjadikan daerah Basalo Salaup tepatnya di daerah lolantang bulagi selatan
sekarang, sebagai tempat mengajarkan ilmu-ilmu islam dan ilmu-ilmu islam yang
diajarkan oleh mereka masih berlanjut sampai sekarang.
Makam IMAM SYA'BAN
Wafat 168 H/ 778 M
Seperti Makam Fuadin, Keadaannya Kurang Mendapat Perhatian
Pemerintah
Batu Nisan IMAM SYA'BAN Bagian Depan
Bagian depan nisan bertuliskan :
- Nisan
ini mengigatkan bagi siapa saja
- Pesan
kepada handai Tolan dan kepada sesama manusia
-
Manakala hendak bertahlil di kuburnya harus kerena
Allah dan Rasulnya.
- Tahun
168 Hijriah Imam SYA’BAN meninggal dalam kubur.
Tulisan padaNisan
bagian belakang
Bagian belakang nisan bertuliskan :
- Waktu meninggalnya IMAM SYA’BAN hari
rabu jam 4 sore 168 H
- Berangkat
meninggalkan dunia fana menuju alam baka.
- Inna
Lillahi Wainna Ilaihi Rojiun
untuk sementara seperti itu yang bisa kami baca
Kepemimpina
Adi Sabol
di atas telah dijelaskan bahwa Adi Sabol ini/ Tomundo Sabol adalah putra kedua Adi Saka dari istri keduanya yaitu putri Yadamin anak basalo bollukan/ banggai. Adi Sabol ini seharusnya diperintahkan berangkat dari jawa kebanggai untuk mempersiapkan kedatangan Fuadin agar dilantik menjadi raja, tetapi karena para basalo kerajaan banggai pada saat itu sudah tidak terlalu mengenali wajah mereka maka oleh para basalo lansung melantik Adi Sabol sebagai raja dan malangnya Adi Sabol hanya diam saja membiarkan hal itu berlansung tanpa mengatakan yang sebenarnya siapa dirinya. setelah dibelakang hari barulah ketahuan kalau dia bukanlah Fuadin, yang seharusnya dilantik menjadi. sehingga nama Tomundo Sabol/ Adi sabol ini hanya merupakan julukan yang artinya (Raja pinjaman) nama sebenarnya belum diketahui.
di atas telah dijelaskan bahwa Adi Sabol ini/ Tomundo Sabol adalah putra kedua Adi Saka dari istri keduanya yaitu putri Yadamin anak basalo bollukan/ banggai. Adi Sabol ini seharusnya diperintahkan berangkat dari jawa kebanggai untuk mempersiapkan kedatangan Fuadin agar dilantik menjadi raja, tetapi karena para basalo kerajaan banggai pada saat itu sudah tidak terlalu mengenali wajah mereka maka oleh para basalo lansung melantik Adi Sabol sebagai raja dan malangnya Adi Sabol hanya diam saja membiarkan hal itu berlansung tanpa mengatakan yang sebenarnya siapa dirinya. setelah dibelakang hari barulah ketahuan kalau dia bukanlah Fuadin, yang seharusnya dilantik menjadi. sehingga nama Tomundo Sabol/ Adi sabol ini hanya merupakan julukan yang artinya (Raja pinjaman) nama sebenarnya belum diketahui.
Perlawanan Tomundo Daalu
karna Tomundo Daalu ialah anak
pertama dari istri pertama Adi Saka yaitu putri basalo buko, maka dia merasa
bahwa seharusnya dialah yang menjadi seorang Tomundo menggantikan ayahnya Adi
Saka. namun karena pusat kerajan banggai tidak ditempatkan di buko maka
keinginan Tomundo Daalu untuk menjadi raja tidak dapat dikabulkan, sebab dari
Adi Saka sendiri menjadikan banggai sebagai pusat kerajaan, selain itu beliau
juga memiliki dua orang putra di kerajaan bollukan/ banggai hasil pernikahan
dengan putri Yadamin, putri seorang basalo bollukan/ banggai. melihat keadaan
ini akhirnya Tomundo Daalu yang sebagai pemimpin kerajaan buko tidak lagi
menginginkan bergabung dengan kerajaan banggai, dengan demikian maka
penyerangan kerajaan banggai terhadap Tomundo Daalu tidak dapat dielakan. dari
sejarah tutur yang kami dapatkan penyerangan ini melibatkan ternate dan
mindanao, bantuan ternate dan mindanao dalam menaklukan Tomundo Daalu sebagai
pemimpin kerajaan buko ini dilakukan apakah hanya sebagai kerajaan sahabat
ataukah ternate dan mindanao berada di bawah kekuasaan kerajaan banggai (butuh
Penelitian lebih lanjut). karena penyerangan yang begitu dasyat akhirnya
Tomundo Daalu menyatakan diri menyerah dan siapa bergabung kembali dengan kerajaan
banggai. walaupu sudah bergabung, namun hingga sekarang keturunan dari Tomundo
Daalu masih tetap myakini dan menyatakan bahwa raja yang seharusnya ialah
Tomundo Daalu.
perlu diketahui Tomundo Daalu
memiliki seorang putra dan putri yang lahir kembar (namanya belum kami ketahui
karna lupa menanyakannya). untuk yang putra beliau berangkat ketanah jawa dan
terakhir diketahui beliau menjadi seorang raja di tanah jawa. kemungkinan
kelanjutan dari kerajaan yang didirikannya ini ialah kerajaan kediri, sebab
kerajaan kediri sendiri oleh kerajaa banggai dianggap sebagai saudara dari
kerajaan banggai, dan sampai dengan sekarang jawa itu dianggap bersaudara
dengan banggai baik itu jawa timur, jawa tengah dan jawa barat.
Kepercayaan Orang Banggai
sebelum kedatangan Adi Saka menyebarkan agama islam sebenarnya orang
banggai sudah memiliki agama cuma lebih diketahui sebagai agama adat dan
kepercayaan ini sudah berlansung jauh sebelum masehi. apakah agama adat orang
banggai ini animisme murni ataukah ada campuran yahudi atau nasrani, kita belum
bisa menyimpulkan. tetapi untuk kepercayaan mengenai ketuhanan, orang banggai
tidak mengenal yang namanya dewa-dewa hanya mengenal Tuhan yang Maha Tunggal
dan biasa orang banggai menyebut Tuhannya dengan sebutan "TEMENENO".
ini kemungkinan penyebab orang banggai mudah menerima agama islam karna
sama-sama mengajarkan Tuhan yang Tunggal tanpa unek-unek dewa-dewa.
Temeneno
sebagai Tuhan yang tunggal ini, dari apa yang kami dapat pelajari kemungkinan
besar merupakan kepercayaan agama yang diajarkan oleh Nabi Nuh sebab untuk
orang banggai sendiri khususnya daerah kerajaan buko sangat meyakini bahwa Nabi
Nuh yang pada saat berlayar mencari daratan, ia menemukan di pegunungan
to'olong tepatnya di atas pulau peling kab. banggai kepulauan air sudah mulai
surut, dan diapun singgah berlabuh ditempat itu. saat Nabi Nuh dan
pengikutnya turun mereka melihat ada seorang wanita yang keluar dari bambu dan
nama bambu itu ialah bambu peling itulah sebabnya cikal bakal kenapa pulau peling
itu dinamakan pulau peling. Nabi Nuh sendiri menikahi wanita tersebut dan dari
pernikahan ini mereka dikaruniai sembilan orang anak delapan putra dan satu
putri, sehingga untuk orang banggai mereka meyakini bahwa mereka merupakan
keturunan dari Nabi Nuh (catatan: kedatangan Nabi Nuh di pegunungan to'olong
belum dapat dibuktikan secara empiris, namun disini kami tuliskan karena ini
juga adalah sejarah tutur yg berkembng dalam masyarakat).
Selayang pandang Kerajaan Sea-Sea
klaim dari
kerajaan Sea-sea bahwa sebelum kerajaan banggai
disatukan Adi Saka awalnya memang kerajaan-kerajaan kecil di
wilayah kerajaan banggai ini sudah bersatu di bawah naungan kerajaan
SEA-SEA yang berpusat di Bulagi, wilayahnya berada di bawah pegunungan to'olong dan
sudah eksis sejak zaman sebelum masehi. namun tidak bertahan lama karena para
raja-raja bawahannya selalu memberontak ingin berdiri sendiri dan ingin
menguasai satu sama lain. hingga saat kedatangan Adi Saka kerajaan SEA-SEA
sudah tidak lagi menjadi pusat kerajan melaikan kerajaan sea-sea sudah terpecah
menjadi kerajaan kecil-kecil. kerajaan-kerajaan kecil yang sangat makmur ialah
kerajaan bollukan/ banggai, karna awalnya bollukan memang sebagai pusat
perekonomian kerajaan Sea-sea. sebab letaknya yang sangat strategis untuk
dilewati para pedagang antara kerajaan, dan merupakan jalur perdagangan
kuno.
keeksisan kerajaan yang ada di wilayah banggai dan
sekitarnya dapat dilihat dari peninggalan yang tersimpan di keraton banggai.
dari hasil penelitian dan pengamatan LP2K (Lembaga Penelitian dan Pengamatan
Keraton) yang berpusat di Solo Jawa Tengah, menemukan benda - benda purbakala
yang berbentuk tombak di buat pada 300 tahun sebelum Kerajaan Kediri berdiri
(1000-1049), Kemudian penemuan benda-benda purbakala lainnya yang berbentuk
keramik, emas dan koin yang digunakan sebagai alat pembayaran di masa itu,
benda - benda purbakala tersebut berasal dari Dinasti China di mulai dari :
1. Dinasti SHANG -
(1523 SM-1028 SM)
2. Dinasti CHOU (ZHOU) - (1027 SM-256 SM)
3. Dinasti CHIN (QIN) - (221 SM-206 SM)
4. Dinasti HAN - (206 SM-220 M)
5. Dinasti SUI - (581 M-618 M)
6. Dinasti TANG - (618 M-906 M)
7. Dinasti LIAO - (907 M-1125 M)
8. Dinasti SUNG (SONG) - (1128 M-1279 M)
9. Dinasti YUAN - (1279 M-1368 M)
10. Dinasti MING - (1368 M-1644 M)
Diawah ini merupakan contoh penemuan benda - benda purbakala tersebut :
2. Dinasti CHOU (ZHOU) - (1027 SM-256 SM)
3. Dinasti CHIN (QIN) - (221 SM-206 SM)
4. Dinasti HAN - (206 SM-220 M)
5. Dinasti SUI - (581 M-618 M)
6. Dinasti TANG - (618 M-906 M)
7. Dinasti LIAO - (907 M-1125 M)
8. Dinasti SUNG (SONG) - (1128 M-1279 M)
9. Dinasti YUAN - (1279 M-1368 M)
10. Dinasti MING - (1368 M-1644 M)
Diawah ini merupakan contoh penemuan benda - benda purbakala tersebut :
Alat
pembayaran Dinasti China
mata uang dinasi Syailendra
Kerajaan Banggai Baru
sejatinya kerajaan banggai yang beribukotakan di pulau bollukan/ banggai
terdiri dari dua fase. fase pertam dimulai dari Adi Saka kurang lebih pada awal
abad ke VII M dan berakhir pada akhir abad ke XVI M dengan raja terakhir Adi
Lambal Polambal. kerajaan yang berlansung kurang lebih hampir seribu tahun ini
dipimpin lansung oleh keturunan Tomundo Adi Saka, dan raja-raja dari
keturunannya menggunakan gelar ADI, ini merupakan fase kerajaan banggai klasik.
kemudian dari kepemimpinan prins mandapar sampai sekarang dikatakan sebagai
fase kerajaan banggai moderen.
penyebab jatuhnya kerajaan banggai lama ini ialah adanya penyerangan yang dilakukan oleh kesultanan ternate yang dipimpin oleh sultan babullah dan ditunggangi oleh belanda. saat penyerangan ternate bersama kerajaan belanda berlansung, kerajaan banggai pada saat itu dalam keadaan kekosongan raja dan para pembesar-pembesar kerajan lainnya.
saat penyerangan terjadi raja beserta para basalo (basalo:seperti parlemen sekarang) dan para talenganya (talenga: panglima perang) sebagia besar ikut serta dalam rencana pelamaran terhadap seorang putri Bugis. naas memang pada waktu itu untuk raja dan rakyat kerajaan banggai, karna tidak menyadari kalau kerajaan mereka telah diincar untuk diserang oleh ternate dengan ditunggangi belanda. karna memang pada saat penyerangan terjadi, raja dan para panglima perangnya tidak berada ditempat, maka dengan mudahnya kerajaan banggai dihancur leburkan hingga ratah dengan tanah oleh kerajaan belanda dengan menjadikan kerajaan ternate sebagai tunggangannya. penyerangan ini tidak hanya dilakukan dipusat kerajaan saja tetapi sampai pada wilayah Fuadin yaitu lolantang, sangat diuntungkan pasukan ternate yaitu tobelo tidak menemukan makam Fuadin dan Imam Sya'ban, sebab jika mereka menemukannya sudah pasti makam tersebut akan dihancurkan dan jika dihancurkan maka lenyaplah sudah jejak-jejak kebesaran kerajaan banggai. saat penyerangan di lolantang yang dilakukan oleh tobelo, mereka melakukan pembakaran sebuah masjid dan tinggal hanya tersisa sebuah bedug masjid yang masih dipakai sampai sekarang di masjid lolantang.
penyebab jatuhnya kerajaan banggai lama ini ialah adanya penyerangan yang dilakukan oleh kesultanan ternate yang dipimpin oleh sultan babullah dan ditunggangi oleh belanda. saat penyerangan ternate bersama kerajaan belanda berlansung, kerajaan banggai pada saat itu dalam keadaan kekosongan raja dan para pembesar-pembesar kerajan lainnya.
saat penyerangan terjadi raja beserta para basalo (basalo:seperti parlemen sekarang) dan para talenganya (talenga: panglima perang) sebagia besar ikut serta dalam rencana pelamaran terhadap seorang putri Bugis. naas memang pada waktu itu untuk raja dan rakyat kerajaan banggai, karna tidak menyadari kalau kerajaan mereka telah diincar untuk diserang oleh ternate dengan ditunggangi belanda. karna memang pada saat penyerangan terjadi, raja dan para panglima perangnya tidak berada ditempat, maka dengan mudahnya kerajaan banggai dihancur leburkan hingga ratah dengan tanah oleh kerajaan belanda dengan menjadikan kerajaan ternate sebagai tunggangannya. penyerangan ini tidak hanya dilakukan dipusat kerajaan saja tetapi sampai pada wilayah Fuadin yaitu lolantang, sangat diuntungkan pasukan ternate yaitu tobelo tidak menemukan makam Fuadin dan Imam Sya'ban, sebab jika mereka menemukannya sudah pasti makam tersebut akan dihancurkan dan jika dihancurkan maka lenyaplah sudah jejak-jejak kebesaran kerajaan banggai. saat penyerangan di lolantang yang dilakukan oleh tobelo, mereka melakukan pembakaran sebuah masjid dan tinggal hanya tersisa sebuah bedug masjid yang masih dipakai sampai sekarang di masjid lolantang.
Bedug Peninggalan Masjid Yg dibakar Oleh tobelo
penyerangan sultan babullah ini kemungkinan disebabkan termakan hasutan belanda yang melihat sepertinya sultan babullah mempunyai nafsu untuk memperluas kerajaannya, dengan demikian karna sultan babullah sendiri sudah memiliki hasrat untuk memperluas wilayanya maka dengan sangat mudah untuk belanda mengiming-imingi memberikan bantuan kepada sultan babullah untuk memperluas kekuasaannya. namun sayang sultan babullah sendiri tidak menyadari kalau dia hanya diperalat oleh belanda agar belanda dapat menguasai daratan sulawesi dengan menghancurkan kerajaan banggai terlebih dulu. karna jelas setelah banggai berada di bawah kekuasaan ternate maka otomatis panglima-panglima perang kerajan banggai yang sangat tangguh dalam peperangan, akan ikut serta dalam pertempuran-pertempuran yang dilakukan ternate.
setelah mendengar kabar bahwa
kerajaannya telah hancur lebur akhirnya raja banggai kembali ke kerajaan
banggai bersama dengan para panglimanya, sesampai di banggai raja sangat
terpukul melihat kerajaannya yang sudah hancur lebur dan telah banyak korban
jiwa yang berjatuhan diantara kedua belah pihak. melihat kenyataan yang terjadi
para basalo dan para talenga yang bersama raja dari tanah bugis, meminta kepada
raja untuk melakukan perlawanan kembali namun dari raja sendiri ia telah
menyatakan diri untuk mengalah, maka dari situlah kemudian kerajaan banggai
diambil alih oleh kerajaan ternate dengan menjadikan prins mandapar sebagai
gubernur pertama, dan menawan Adi Lambal Polambal. kemudian, beliau Adi Lambal
Polambal dibawa ke ternate untuk menjadi tawanan, namun saat perjalanan menuju
ternate raja Adi Lambal Polambal hilang entah kemana dari dalam kapal, setelah
datang badai besar yag menimpa kapal tumpangan Raja Adi Lambal Polambal
tersebut.
setelah menjadi gubernur pertama, prins mandafar merubah sebagian bentuk tata kerajaa banggai serta mengganti para basalo yang bukan lagi dari basalo saat Adi Lambal Polambal. dengan demikian maka bisa terjawab suda mengapa raja banggai bukan dipilih lansung dari keturunan raja sebelumnya, sebab alasan pertamanya ialah banggai bukan lagi sebagai kerajaan yang mandiri namun tinggal menjadi salah satu propinsi dari kesultanan ternate, sehinnga gubernur yang dipilih untuk menjadi perpanjangan sultan ternate di banggai sudah pasti harus mendapat persetujuan dari sultan ternate terlebih dulu kemudian baru dilantik oleh para basalo, tujuan ini dilakukan agar supaya gubernur banggai tidak memberontak terhadap kerajaan pusat yaitu ternate.
setelah menjadi gubernur pertama, prins mandafar merubah sebagian bentuk tata kerajaa banggai serta mengganti para basalo yang bukan lagi dari basalo saat Adi Lambal Polambal. dengan demikian maka bisa terjawab suda mengapa raja banggai bukan dipilih lansung dari keturunan raja sebelumnya, sebab alasan pertamanya ialah banggai bukan lagi sebagai kerajaan yang mandiri namun tinggal menjadi salah satu propinsi dari kesultanan ternate, sehinnga gubernur yang dipilih untuk menjadi perpanjangan sultan ternate di banggai sudah pasti harus mendapat persetujuan dari sultan ternate terlebih dulu kemudian baru dilantik oleh para basalo, tujuan ini dilakukan agar supaya gubernur banggai tidak memberontak terhadap kerajaan pusat yaitu ternate.
jadi sangat salah apabila prins
mandafar yang jabatannya sebagai gubernur pertama propinsi banggai dikatakan
sebagai anak Adi Saka, karna kalau prins mandafar memang merupakan keturunan
Adi Saka maka otomatis prins mandafar akan menggunakan gelar ADI seperti
leluhurnya. namun kita sudah dapat melihat dengan jelas bahwa beliau tidak
menggunakan gelar ADI malah menggunakan gelar "prins". berarti sudah
sangat jelas kalau dia bukanlah keturunan Adi Saka tapi memang hanya seorang
gubernur yang ditempatkan disalah satu daerah taklukan kerajaan ternate yaitu
kerajaan banggai.
Sil-silah Kerajaan To'olong/
Sea-Sea:
- Basalo Basal (berkuasa saat daratan dunia masih satu) kemungkinan Nabi Adam, sesuai namanya basalo basal artinya: basalo yang kekuasaannya meliputi daratan bumi yang masih satu
- Basalo Baboli (berkuasa saat daratan bumi telah terpisa-pisa) Kemungkinan Nabi Nuh, karna sesuai namanya basalo baboli artinya: basalo yang membawa perubahan, karna saat beliau menjadi basalo daratan bumi telah terpisah-pisah, mungkin disebabkan banjir besar yang menenggelamkan seluruh daratan bumi.
- terakhir Basalo Salaup telah memeluk islam, dari basalo salaup ke basalo baboli terdapat banyak basalo namun tidak lagi diketahui. begitu juga dari basalo baboli ke basalo basal terdapat beberap basalo namun tidak agi diketahui.
Sil-silah Kerajaan Banggai Lama
- Adi saka memimpin sekitar awal abad ke VII
- Adi Sabol memimpin sekitar akhir abad ke VII
- dan raja terakhir Adi Lambal Polambal memipin sekitar akhir abad ke XVI, dari Adi Lambal Polambal ke Adi Sabol terdapat beberapa raja namun tidak diketahui lagi, kemungkinan sejarahnya dimusnahkan oleh penjajah.
Sil-Silah kerajaan Banggai Baru
mulai dari gubernur pertama
- Maulana Prins Mandapar Mbumbu doi Godong (1600-1630)
- Molen Mbumbu doi Kintom (1630-1648);
- Paudagar Mbumbu doi Benteng (1648-1689)
- Mbulang Mbumbu doi Balantak (1689-1705)
- Abdul Gani Mbumbu doi Kota (1705-1728)
- Abu Kasim Mbumbu doi Bacan (1728-1753)
- Kabudo Mbumbu doi Mendono (1753-1768)
- Ansyara Mbumbu doi Padongko (1768-1773)
- Manduis Mbumbu doi Dinaadat (1773-1809)
- Agama Mbumbu doi Bugis (1809-1821)
- Atondeng Mbumbu doi Galela (1821-1827)
- Lauta Mbumbu doi Tenebak (1827-1847)
- Taja Mbumbu doi Sau (1847-1852); 14.
- Tatu Tanga Mbumbu doi Jere (1852-1858)
- Soak Mbumbu doi Banggai (1858-1870)
- Nurdin Mbumbu doi Labasuma (1870-1882)
- Tomundo Hi. Abdul azis (1882-1900)
- Tomundo Hi. Abdul Rahman (1901-1922)
- Tomundo Hi.Awaludin (1925-1940)
- Tomundo Nurdin Daud (1940-1959)
kemungkinan setelah terjadi perdamaian banggai dan ternate di akhir abad ke XIX
barulah banggai mulai membenahi diri dengan kembali menggunaka nama Tomundo
untuk seorang raja, tetaapi tidak lagi menggunaka gelar ADI karna memang yang
sharusnya raja pengguna gelar ADI sudah tidak diketahui lagi dimana keberadaan
keturunannya.
perlu diketahui bahwa orang banggai bukanlah bangsa yang bodoh buta huruf dan tidak punya peradaban, tetapi bangsa baggai ialah bangsa yang jauh sebelum masehi sudah punya peradaban yang agung dan masih disekitar abad ke VII sudah mengenal tulis menulis yaitu dengan adanya bukti tulisan arab melayu pada makam Fuadin/ Lipuadino dengan pada batu nisan Imam Sya'ban, dan kalau bangsa banggai kelihatannya sekarang sudah seperti bangsa yang ketinggalan jaman dan seperti tidak punya peradaban maka itu patut disalahkan pada penjajah karna kemungkinan besar para penjajalah yang menghancurkan situs-situs peninggalan yang ada dikerajaan banggai dan menjadikan orang bangga bodoh agar tidak lagi mengetahui sejarah agung leluhur mereka.







Komentar
Posting Komentar